PENGGIAT LITERASI DI SEKOLAH BERBASIS DIGITAL
Resume ke : 19
Penyusun :
Helem Parman, S.Pd
Gelombang : 33
Hari/tanggal :
Rabu, 17 September 2025
Tema : PENGGIAT LITERASI DI SEKOLAH BERBASIS DIGITAL
Narasumber : Bambang Purwanto, S.Kom, Gr
Moderator :
Ahmad Sholeh, S.Pd, Gr
PENGGIAT LITERASI DI SEKOLAH BERBASIS DIGITAL
Pertemuan ke-19 KBMN PGRI gelombang 33 dilaksanakan melalui
zoom. Sebagai narasumber adalah Bambang Purwanto, S. Kom, Gr biasa dipanggil
Mr. Bams. Beliau adalah penggiat literasi, mempunyai banyak pengalaman tentang
Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Mr. Bams berangkat dari hobi membaca dan kencintaan pada
manfaat buku yang ada di rumah, beliau lalu membuat taman bacaan. Pada tahun
2011 beliau berhasil mendirikan taman bacaan yang diberi nama TBM AS Lebakwangi.
Awal memulai kegiatan dari teras halaman, kemudian menggelar buku-buku di rak,
dan akhirnya beliau bisa beli rumah sendiri. Setelah beli rumah, beliau
memnfaatkan rumahnya sebagai tempat
literasi.
Mr. Bams adalah
seorang penggiat literasi. Sebelum
penggiat literasi sekolah beliau adalah penggiat literasi masyarakat. Beliau
aktif di masyarakat melalui TBM AS
Lebakwangi. Pada tahun 2012 atas kesungguhan beliau meraih juara satu penggiat
literasi sekota Bandung.
Sejak tahun 2015 Pak Anies menggagas program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sejak itu pula Mr. Bams aktif literasi di sekolah. Mr. Bams dipercaya oleh kepala sekolah sebagai Koordinator GLS di SMP Taruna Bakti. GLS di SMP Taruna Bakti awalnya dilaksanakan pukul 07.30, membaca sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai selama 15 menit. Seiring berjalannya waktu sekarang program literasi di SMP Taruna Bukti dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar pukul 06.45 tidak lagi mengambil jam KBM.
Berikut contoh Gerakan literasi sekolah SMP Taruna Bakti :
Pertama, adanya tim literasi. Tim literasi terdiri dari :
penanggung jawab, koordinator, dan anggota.
Kedua, adanya program literasi sekolah. Program literasi
sekolah misalnya, (1). Program harian literasi, (2). Program literasi Bulanan, (3).
Program Literasi Khusus.
Program Literasi
Harian. Misalnya, hari Senin membaca kitab suci,
disini seluruh murid membaca kitab suci
sesuai agamanya masing-masing. Hari Selasa cerita pagi, melalui
audio setiap murid menyimak tayangan youtube yang ditampilkan oleh ibu, bapak
guru atau murid. Hari Rabu membaca buku pilihan,
setiap murid membaca buku sesuai pilihannya masing-masing. Hari
kamis seputar kalimat dan angka, setiap murid menuliskan satu atau dua
kata baru, serta diberi penjelasan dari
makna kata tersebut. Hari Jumat, Curhat dan cerita bebas,
setiap murid bebas menuliskan apa yang dirasakan, diperoleh pada saat seminggu
di sekolah.
Program Literasi
Bulanan. Misalnya, hari Senin – Jumat, setiap murid membaca buku sesuai
pilihannya dilaksanakan di lapangan secara bergilir untuk setiap tingkatan
selama 15 menit.
Program Literasi
Khusus. Misalnya, Readthon : aktifitas membaca bersama
semua kelas dilaksanakan bersamaan kegiatan peringatan hari-hari besar
nasional. KEM : kecepatan efektif membaca, tes kecepatan membaca untuk
mengukur kecepatan membaca dalam satu menit berapa kata. Dilakukan minimal 1-2
kali dalam setahun. Karya Literasi : setiap murid ditantang untuk membuat karya
literasi (cerita pendek, puisi, atau pantun). Dilakukan menjelang akhir
semester. POLITERA : poin literasi, setiap murid setelah melaksanakan
kegiatan literasi diminta untuk input
kegiatan. Selanjutnya input tersebut akan menjadi poin literasi bulanan. Laporan,
laporan literasi, ini merupakan informasi yang diberikan kepada orang tua atas
aktivitas putra-putrinya dalam kegiatan literasi di sekolah. Diberikan pada
saat laporan bulanan dan akhir semester. DUTA LITERASI, ditentuka dari tiga
terbaik laporan literasi saat kenaikan kelas.
Kemudian Mr. Bams berbagi kepada kita cara membuat litrasi supaya efektif. Cara membuat literasi yang efektif
adalah (1). Bentuk tim GLS dan jadwal literasi. (2). Sosialisaikan pelaksanaan
GLS. (3). Tentukan alat ukur literasi misalnya poin literasi. (4). Buat laporan
pelaksanaan literasi setiap hari. (5). Buat laporan poin literasi. (6).
Penghargaan atau sertifikat setiap akhir semester kepada juara 1, 2, dan 3.
Murid yang mendapat juara 1 adalah merupakan DUTA LITERASI.
Kita seorang guru harus mampu menjadi penggerak literasi terutama
di sekolahnya masing-masing. Kita dapat
menyesuaikan dengan kondisi sekolah kita masing-masing. Memiliki sarana
dan prasarana yang serba minim jangan menjadi penghalang untuk tidak
berliterasi, kita harus bekerja keras
supaya program literasi di sekolah tetap
berjalan. Jika ada kendala di lapangan lakukan kolaborasi dengan rekanan. Jika
di sekolah kita sudah ada perpustakaan, maka berdayakan perpustakaan tersebut untuk kegiatan literasi.
Mengelolah Perpustakaan adalah sama dengan menghidupkan gudang ilmu. Literasi di sekolah tidak hanya membaca,
menulis, diskusi, dan bernyanyi saja. Tetapi bisa cerpen, puisi, pantun,
pantonim, srory telling, sains, budaya. digital dan lain sebagainya.
Kesimpulan
Pentingnya kita berliterasi, literasi dengan hati akan
menjadi pembelajar sepanjang hayat. Akhir dari literasi adalah MEMBERDAYAKAN.
Closing Statement :
Gerakan literasi
adalah bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan. Tetapi
gerakan dari hati itu akan lebih besar, untuk terus menyala dalam hati kita, di
sekolah kita, untuk anak-anak kita yang kita cintai. Tetaplah tebarkan bahwa membaca itu hal yang penting untuk selalu ada
sepanjang hayat kita.
Salam Literasi
Helem Parman, S.Pd
Peserta KBMN PGRI Gelombang 33

Komentar