MENULIS PUISI

Resume ke          : 14

Penyusun            : Helem Parman, S.Pd

Gelombang        : 33

Hari/tanggal       : Jumat, 5 September 2025

Tema                   :  Menulis Puisi

Narasumber       : Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd

Moderator          : Mutmainah, M.Pd

 

MENULIS PUISI

Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd., yang akrab disapa ibu Hasanah narasumber hebat berasal dari sukabumi merupakan  alumi KBMN gel.18. ia bukan seorang pujangga atau satrawan. Namun beliau sangat senang puisi. Meskipun bukan seorang pujangga, beliau sudah banyak karya dan prestasi.

Pada pertemuan ke -14 KBMN PGRI gel.33  dengan  tema “Seni Menulis Puisi”. Menurut bu Hasanah, Seni menulis puisi adalah proses kreatif yang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman dalam bentuk yang indah dan ekspresif. Puisi dapat berupa karya tulis yang menggunakan kata-kata yang dipilih dengan cermat untuk menciptakan gambaran, emosi, dan makna yang mendalam.

Seni menulis puisi dapat digunakan untuk mengungkapkan berbagai tema, seperti cinta, alam, kehidupan, dan lain-lain. Puisi dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran yang mendalam, serta dapat membangkitkan emosi dan imajinasi pembaca.

Menurut bu Hasanah Seni Menulis Puisi melibatkan 4 apsek yaitu :

Pertama : pilih kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran

Kedua : gunakan struktur dan format yang tepat untuk menciptakan efek estetika dan emosi.

Ketiga :  gunakan Imaji dan metafora untuk menciptakan gambaran dan makna yang mendalam.

Keempat : gunakan rima dan irama untuk menciptakan efek musik dan emosi.


Inti dari Seni Menulis Puisi adalah :

1. Karakteristik Utama : Bahasa yang indah/ kiasan, ritme/irama, struktur padat, ekspresi emosi dan spiritual

2. Unsur-Unsur Pembentuk : tema, nada/rasa, amanat, diksi dan gaya


   Pengertian Puisi

Menurut KBBI, Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan lurik dan bait.

Menurut H.B Jassin, Puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal kejadian tertentu

Struktur Fisik Puisi

1. Bentuk : berbentuk baris-bait

2. Diksi    : pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna

3. Majas   : Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair

4. Rima    : persamaan bunyi di baris atau akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi


Jenis Puisi

1. Puisi Lama

Adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu a; jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.

1.1. Ciri-ciri puisi lama :

a.       Tidak diketahui nama pengarangnya

b.      Sastra lisan, penyampaiannya dari mulut ke mulut

c.       Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap bait

1.2. Jenis Puisi lama

a.       Mantra : ucapan-ucapan  yang dianggap memiliki kekuatan gaib

b.      Pantun : puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait terdiri dari 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran dan 2 baris akhir sebagai isi

c.       Seloka : pantun yang berkait atau bertautan

d.      Talibun : pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6,8,atau 10 baris.

 

2. Puisi Baru

Adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas dari puisi lama dalam segi  jumlah baris, suku kata, maupun rima

2.1. Ciri-ciri puisi baru :

a.       Memiliki bentuk yang rapid an simetris (sama)

b.      Persajakan akhir yang teratur

c.       Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain

d.      Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)

2.2. Jenis Puisi baru

a.       Balada : puisi berisi kisah atau cerita

b.      Himme : puisi pujaan untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air

c.       Ode  : puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.

d.      Epigram : puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup

e.      Romansa : puisi yang berisi luapan cinta kasih

f.        Elegi : puisi yang berisi ratap tangis atau kesedihan

g.       Satire : puisi yang berisi sindiran atau kritik.


Menulis puisi adalah seperti menari dengan kata-kata, mengukir perasaan dengan kalimat yang indah, dan mengungkapkan jiwa dengan bahasa yang lembut.

Puisi adalah bentuk ekspresi yang paling murni dan jujur, karena di dalamnya kita dapat mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup kita dengan cara yang paling autentik.

Menulis puisi memerlukan kepekaan, kreativitas, dan keberanian untuk mengungkapkan diri kita sendiri.

Mulailah menulis puisi dengan hati yang terbuka, dengan imajinasi yang luas, dan dengan keinginan untuk mengungkapkan keindahan dan kebenaran dalam diri kita.

Contoh Puisi :

Sayap Pujangga Berkisah


Penutup

Puisi merupakan  bentuk ekspresi yang paling murni dan jujur, karena di dalamnya  terdapat ungkapan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup yang paling autentik.

Menulis, menulis, menulis, mari menulis Puisi !!!

 

"Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis, karena tulisan yang baik lahir dari keberanian untuk memulai." – J.K. Rowling

 

 

Salam Literasi

Helem Parman, S.Pd

Peserta KBMN PGRI Gelombang 33

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS SETIAP HARI DENGAN KECERDASAN BUATAN

MENGELOLAH MAJALAH SEKOLAH

GALI POTENSI, UKIR PRESTASI