BERKARYA DAN BERPRESTASI LEWAT MENULIS
Resume ke : 13
Penyusun :
Helem Parman, S.Pd
Gelombang : 33
Hari/tanggal :
Rabu, 3 September 2025
Tema :
Berkarya dan Berprestasi lewat Menulis.
Narasumber : Rita
Wati, M.Kom
Moderator :
Dyah Kusumaningrum, S.T
Berkarya dan Berprestasi lewat Menulis.
Menulis bukan hanya sekedar menggerakan pena, tetapi juga
membuka pintu menuju dunia baru yang penuh kemungkinan. Membuka peluang dan
kesempatan baru yang tidak terbatas. Menulis itu seperti menanam benih. Setiap
kata yang kita tulis adalah benih. Ia dapat tumbuh menjadi karya yang indah dan
bermakna. Mari kita tanamkan semangat menulis untuk berkarya dan berprestasi.
Setiap individu mempunyai potensi menulis. Tapi sayang
potensi itu belum dimaksimalkan. Kalau kita
bicara tentang tulis menulis, masih
banyak yang mengatakan bahwa menulis itu susah. Mereka sudah memvonis dirinya
tidak bisa menulis. Mereka dengan lantangnya menyatakan menulis itu susah, padahal belum mencoba.
Berbagai alasan yang mereka ungkapkan. Misalnya : tidak
punya waktu, tidak punya bakat, bingung mau mulai dari mana, bingung mau menulis
apa, susah mendapatkan ide, masih kesulitan
merangkai kata, tidak kaya kosa kata, merasa
tulisannya jelek tidak layak dibaca, tulisan masih berantakan, dan tidak
percaya diri.
Bagaimana dengan diri anda, apakah menganggap menulis itu
susah? Tentu tidak kan. Karena kita sudah menempuh jalan yang benar yaitu bergabung di KBMN PGRI Gelombang 33.
Pada pertemuan ke-13 KBMN PGRI Gelombang 33, dengan tema “Berkarya
dan Berprestasi lewat Menulis”, berasama narasumber hebat yang mempunyai segudang
prestasi yaitu Ibu Rita Wati, S.Kom akan
berbagi ilmu dan pengalamannya.
Menurut bu Rita kunci menulis itu sederhana sekali, kuncinya
adalah ide. Menulis itu tidak susah. Menulislah dengan hati, tulis yang pernah
kita lakukan. Tulis apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan. Apa yang ada di
sekitar kita bisa dijadikan ide tulisan. Tulislah sesuai kemampuan
masing-masing.
Menulis itu berawal dari satu kata yaitu ide. Dari ide kita kembangkankan
ke dalam satu kalimat. Kemudian dari
satu kalimat kita kembangkan lagi menjadi satu paragraf. Dari satu paragraph naikan
lagi menjadi 300 kata. Begitu seterusnya dari 300 kata tingkatkan lagi menjadi
1000 kata. Maka jadilah tulisan kita.
Dalam proses menulis kita dituntut untuk terus berpikir. Berpikir
untuk merangkai kata-kata. Agar supaya menulis mudah dan lancar, selancar aliran
air di kran, kita butuh banyak bahan
bakar. Bahan bakarnya adalah membaca. Dengan membaca kita akan kaya kosa kata. Bahan
bakar yang sudah ada, agar tidak kehabisan perlu ditambah. Semakin banyak bahan
bakar, maka semakin mudah kita untuk menulis.
Setelah menjelaskan
tentang kunci menulis, bu Rita melanjutkan mengupas secara runtut tentang rahasia
dalam menulis. Menurut beliau Rahasaia Menulis adalah sbb :
Pertama : tentukan
tujuan dan motivasi menulis.
Kedua : tulislah tulisan yang paling di senangi atau kuasai
Ketiga : tuangkan semua ide dalam tulisan hingga selesai, tanpa
mengedit.
Keempat, : latihan untuk menulis setiap hari , mulai dari
100 kata, 150 kata, pentigraf, hingga 1000 kata.
Kelima : jika semua sudah terbiasa, mulai tingkatakan
membuat peta konsep, agar tulisan yang buat bisa dijadikan sebuah buku.
Keenam, : tumbuhkan percaya diri sebagai seorang penulis,
caranya bergabung atau join menulis buku
Antologi.
Masih menurut bu Rita, setelah kita memhami rahasia menulis,
lalu bagaiman caranya supaya tulisan berkualitas dan enak dibaca? Ya tentu ada cara dan aturannya. Tips tulisan
berkualitas dan enak dibaca yaitu kita harus berpedoman pada kaidah-kaidah
dasar penulisan.
Kaidah-kaidah dasar dalam penulisan yaitu :
1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat
2, Paragraf panjang-panjang, satu paragraf maksimal 10 kalimat.
3. Penggunanan tanda baca seperti : titik, koma,titik dua,setrip,
tanda petik,dsb
4. Kata baku (sesuai KBBI V)
5. Penggunaan kata efektif
6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru
7. Penggunaan kata depan
Kisah Ibu Rita Wati, S.Kom menjadi bukti bahwa menulis bisa
membawa seseorang pada jalan berkarya sekaligus berprestasi. Dari sebuah buku
harian sederhana, lahirlah karya-karya yang menginspirasi banyak orang. Dari
keberanian untuk berbagi, lahir pula prestasi yang membanggakan.
Berikut buku-buku yang telah beliau terbitakan adalah : 25
Trik jitu menulis dan Menerbitkan Buku, Merajut Asa Sejak Belia, 25 Tutorial
pembelajaran daring dan Luring, Tiara, Mengejar Mimpi dan lain-lain.
Penutup
Perjalanan bu Rita Wati, S.Kom menjadi pelajaran berharga
bagi saya pribadi : memotivasi untuk menulis
mulai sekarang, jangan tunggu sempurna. Karena tulisan yang ditunda, hanya akan
mengendap di kepala. Tapi tulisan yang ditulis, akan menjadi jejak yang bisa
dibaca, dikenang, dan menginspirasi.
"Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis, karena
tulisan yang baik lahir dari keberanian untuk memulai." – J.K. Rowling
Salam Literasi
Helem Parman, S.Pd
Peserta KBMN PGRI Gelombang 33


Komentar